Diskominfo Labura Ikuti Kegiatan Bimbingan Teknis SIMAYA, Mail.GO.ID, Integrasi Satu Data Pemerintah Dan Pengamanan Jaringan Intra Pemerintah

1. DASAR KEGIATAN

  1. Surat Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintah Nomor S-281/KOMINFO/DJAI.3/AI.01.04/04/2019 Tanggal 12 April 2019 Perihal Undangan
  2. Bimbingan siMAYA, Mail.go.id, Integrasi Satu Data Pemerintah, dan Pengamanan Jaringan Intra Pemerintah.
    Surat Perintah Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Labuhanbatu Utara Nomor 094/1040/DISKOMINFO/2019 tanggal 16 April 2019.

2. TUJUAN KEGIATAN

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah:

  1. Mengetahui perkembangan peraturan perundang-undangan yang digunakan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi khususnya yang berkenaan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika pada pemerintah daerah.
  2. Mengetahui perkembangan teknologi informasi dan aplikasi yang sedang dan akan dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) untuk diimplementasikan di pemerintah daerah.
  3. Mengikuti bimbingan teknis aplikasi siMAYA, Mail.go.id, Integrasi Satu Data Pemerintah, dan Pengamanan Jaringan Intra Pemerintah.

3. PESERTA YANG MENGIKUTI KEGIATAN

Adapun peserta yang berangkat melakukan perjalanan dinas adalah sebagai berikut:

  1. Teddy Yulianto, S.STP, M.Si (Sekretaris Dinas Kominfo Labura)
  2. Resna Dewi Pratiwi, ST (Kepala Bidang Statistik, Persandian dan Telematika)
  3. Adam Kurniawan Margolang, S.Kom ( Kepala Seksi Operasionalisasi Sistem Informasi dan Pengembangan Situs Web Pemerintah Daerah)

4. JADWAL DAN LOKASI

Adapun jadwal dan lokasi dari kegiatan ini adalah pada tanggal 23 s.d. 25 April 2019 di STMMC Yogyakarta, Jalan Magelang Km 6 Yogyakarta 55284, Indonesia

5. HASIL KEGIATAN

Kegiatan dimulai melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan peserta yaitu laptop dan file CSV pegawai. Pada hari ini juga diberikan file pendukung yang akan digunakan untuk pelatihan yaitu software VirtualBox. Setelah file diberikan, langsung dilakukan instalasi yang juga dibantu oleh panitia.

Acara dibuka oleh Bapak Bambang Dwi Anggono S.Sos, M.Eng yang merupakan Plt. Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kemkominfo RI. Dalam sambutannya Bambang banyak menyampaikan mengenai Design konsolidasi data dan aplikasi salam rangkat Satu Data Pemerintah. Beliau menyampaikan bahwa dimasa yang akan datang aplikasi-aplikasi pemerintah daerah yang sudah ada sudah harus terintegrasi ke pusat.

Kedepan seluruh aplikasi daerah yang memiliki fungsi yang sama dengan aplikasi di daerah lainnya akan di tempatkan terpusat sehingga akan meminimalkan penggunaan resource di daerah seperti misalnya server dan bandwidth.

Bambang juga menyampaikan bahwa sudah waktunya pemerintah daerah untuk mampu membuat Radio dan TV Online sendiri yang harus bisa menjadi rujukan dari media lokal yang ada.

“Pemerintah daerah harus bisa menjadi rujukan dari media lain, jadi media lain yang ambil berita dari Website, TV Online, atau Radio dari pemerintah, bukan sebaliknya.” Ucap Bambang.

Setelah pembukaan, seluruh peserta dibawa untuk berkeliling di STMMC untuk melihat-lihat media apa saja yang ada di STMMC Yogyakarta untuk menunjang pendidikan mahasiswanya dalam mempelajari ilmu dalam bidang broadcasting.

Kelas Bimtek SIMAYA

siMaya merupakan aplikasi berbasis website yang dibuat oleh Kemenkominfo RI dengan fungsi untuk berkirim surat antar K/L/D/I di seluruh Indonesia. Pada aplikasi siMAYA terdapat 3 buah role admin, yakni:

  1. Admin Kementrian, merupakan jenis admin yang dikendalikan oleh Kemenkominfo RI.
  2. Admin Lokal, merupakan jenis admin yang peruntukkan bagi pemerintah di K/L/D/I dalam hal ini adalah admin Kabupaten yang mana ini nantinya akan dipegang oleh Dinas Kominfo Kab. Labuhanbatu Utara. Adapun tugas dari Admin Lokal adalah untuk membuat akun Admin Unit seluruh SKPD
  3. Admin Unit, merupakan jenis admin yang diperuntukkan bagi sub unit dari sebuah K/L/D/I dalam hal ini adalah admin SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Labuhanbtau Utara. Role akun ini nantinya akan dibuatkan oleh Admin Lokal. Adapun tugas dari Admin Unit adalah membuatkan akun seluruh pegawai yang ada di SKPD masing-masing.

Kedepannya Kemenkominfo akan membuat aplikasi Android dan iOS nya agar bisa digunakan lebih mudah pada smartphone.

siMaya memiliki beberapa kelebihan, yakni:

  1. Aplikasi terpusat sehingga pemerintah daerah tidak perlu menyiapkan server sendiri karena aplikasi sudah ada di server Kemenkominfo RI.
  2. K/L/D/I se-Indonesia bisa saling berkirim surat lewat aplikasi siMAYA dengan syarat K/L/D/I tersebut sudah terdaftar dan sudah menggunakan aplikasi siMAYA.
  3. Memiliki fitur disposisi hingga sampai ke level staf.
  4. Dapat diakses dari mana saja selama ada internet.
  5. Dapat diakses dari berbagai perangkat seperti laptop, PC, atau smartphone.

siMaya memiliki beberapa kekurangan, yakni:

  1. Karena server terpusat, maka jika server tempat siMAYA mengalami gangguan atau down, maka seluruh K/L/D/I yang menggunakan siMAYA tidak bisa mengirim atau menerima surat.
  2. Belum memiliki fitur notifikasi, sehingga mengharuskan user selalu membuka aplikasi siMAYA untuk mengetahui apakah ada surat masuk atau tidak.

Kelas Bimtek Integrasi Satu Data Pemerintah

  1. Data dan informasi mencakup semua jenis data dan informasi yang dimiliki oleh instansi pusat dan pemerintah daerah dan/atau yang di peroleh dari masyarakat, pelaku usaha dan/atau pihak lain.
  2. Standarisasi interoperabilitas data dan informasi ditetapkan oleh Kemenkominfo.
  3. Penyelenggaraan tata kelola data dan informasi antar instansi pusat dan/atau Pemda dikoordinasikan oleh Menteri Bappenas
  4. Setiap instansi pusat dan Pemda harus menggunakan Pusat Data Nasional
  5. Pusat data existing harus memastikan keterhubungan dengan Pusat Data Nasional dan menggunakan standar Pusat Data Internasional.
  6. Pada kelas satu data pemerintah, peserta melakukan uji coba data kepegawaian dengan menggunakan aplikasi yang disediakan panitia (terlampir)

Kelas Bimtek Keamanan Jaringan Intra Pemerintah

Kemanan jaringan merupakan salah satu hal penting yang harus dijaga, apalagi dalam pemerintahan. Salah satu hal yang perlu ditingkatkan adalah SDM dalam bidang teknologi informasi khususnya yang paham dan mengerti tentang keamanan jaringan intra pemerintah. Untuk itu, Dinas Kominfo disarankan kepada ASN yang memiliki latar belakang IT dan paham dengan keamanan jaringan untuk mengikuti sertifikasi dalam bidang keamanan jaringan.

Pemerintah dalam pengelolaan data dan jaringan harus mandiri sehingga terjamin keamanannya serta tidak terus menerus tergantung pada pihak lain. Ke depan Dinas Kominfo yang berada di daerah seiring ditetapkannya Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) akan menjadi CEO dalam penyelenggaraan sistem elektronik, sehingga teknologi informasi sesuai dengan tugas dan fungsinya akan menjadi tanggungjawab Dinas Kominfo.

Untuk menjaga keamanan selain bekerjasama dengan lembaga yang berwenang dan kompeten dalam ranah siber, setiap komunikasi pemerintah harus dengan jaringan intra pemerintah (jaringan tertutup) melalui satu pintu yang ada di Dinas Kominfo di daerah. Oleh sebab itu, topologi jaringan yang dibangun haruslah memiliki satu pintu gateway yang mana hal ini akan lebih memudahkan untuk melakukan fungsi control, blocking dan monitoring paket data yang lewat.

Maka akan membuka celah keamanan ketika di daerah ada salah satu atau lebih SKPD nya yang berlangganan internet secara mandiri tanpa melalui dinas yang menangani teknologi informatika karena akan menimbulkan kerawanan dalam keamanan data dan jaringan yang ada.

Kelas Bimtek PNS BOX

PNS Box (Private Network Security Box) adalah nama lain dari sistem operasi Nethserver berbasis UNIX yang dimodifikasi dari sistem operasi FreeBSD dengan membuang dan menambahkan fitur-fitur tertentu seperti keamanan jaringan, manajemen jaringan, web server dan lain-lain. Fungsi utamanya adalah keamanan dan manajemen jaringan.

Pada Bimtek ini peserta diberikan sebuah file ISO Sistem operasi Nethserver tersebut dan diajarkan bagaimana cara dan proses melakukan instalasi dan konfigurasinya. Sistem operasi Nethserver tersebut diinstal dengan metode virtualisasi menggunakan software VirtualBox.