Labura – Dunia Televisi adalah dunia yang sarat pencitraan, yakni realitas sosial senantiasa dimainkan dalam sebuah ruang pencitraan. Hal ini terjadi karena kuatnya kemampuan televisi dalam melakukan pencitraan sehinggaa apapun yang dicitrakan oleh televisi sering menciptakan sebuah dunia hiper atau hiperealitas.

Hal itu disampaikan Bupati Labuhanbatu Utara melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Drs. Sugeng dalam Sosialiasi Pemahaman Isi Siaran Sehat di Aula Grand Hotel Labura, Rabu (07/11).

“ dengan pendidikan literasi media, diharapkan masyarakat menjadi cerdas dalam mengkonsumsi media, memahami dan menganalisis produk media dengan begitu akan terwujud masyarakat yang cerdas dan bermartabat “, ucap Sugeng.

Selanjutnya Wakil Ketua KPID Sumatera Utara Rahmat Karo – karo selaku narasumber juga menyampaikan pada saat sekarang banyak stasiun televisi yang mutu siarannya berkurang bahkan lebih fokus dengan mempertahankan gaya penyiarannya ke arah informasi seperti isu sosial, politik maupun budaya.

Untuk itu masyarakat memiliki peran penting dalam menekan dampak negatif siaran televisi dan radio salah satunya dimulai dengan adanya ketahanan keluarga dalam memahami penggunaan media, baik itu televisi dan radio.

“ selain itu, jika ada tayangan yang dirasa tidak sesuai dengan norma, kesopanan, budaya, adat istiadat ataupun norma agama, segera dilaporkan kepada KPI sehingga masukan dan pendapat masyarakat ini, berguna untuk ditindaklanjuti oleh KPI “, tambah Rahmat sebagai isi penyampaian materi.